Minggu, November 22, 2009

ULANGAN FIQIH IBADAH KE -2 KELAS 3 SDNH

ULANGAN FIQIH IBADAH KE -2 KELAS 3 SDNH

Nama :
No :
Kelas :

I. Isilah titik-titik dibawah ini dengan tepat!
1. Perintah Allah yang jika dilaksanakan akan mendapat pahala dan jika ditinggalkan akan mendapat dosa disebut …
2. Contoh dari Rosululah yang apabila kita kerjakan akan mendapat pahala/kebaikan dan jika ditinggalkan tidak berdosa tapi rugi disebut …
3. Larangan Allah Swt yang apabila kita lakukan maka akan berdosa, dan jika ditinggalkan akan mendapat pahala disebut …
4. Suatu perbuatan yang jika dilakukan tidak mendapat pahala, namun jika ditinggalkan juga tidak berdosa/berpahala disebut …
5. Suatu perbuatan yang jika dilakukan tidak mendapat pahala/dosa, namun jika ditinggalkan akan mendapat pahala disebut …
6. Jika kita melihat teman/tetangga kita merokok sebaiknya kita menasehatinya agar berhenti meroko. Karena merokok hukumnya …
7. Melaksanakan sholat iedul adha/fitri hukumnya …
8. Apabila kita melaksanakan sholat, lalu lupa rekaatnya atau ragu-ragu. Maka setelah sholat kita melakukan sujud …
9. Orang yang mengumandangkan adzan disebut …
10. makmum yang datang terlambat dan tertinggal rekaatnya dalam sholat berjama’ah disebut …
11. Takbir yang benar adalah mengangkat tangan dengan telapak tangan lurus menghadap …
12. setelah sujud kedua dan akan berdiri untuk rekaat berikutnya, sebaiknya tidak langsung berdiri tapi ….. sejenak kemudian baru berdiri.
13. Pembatas yang berada didepan orang yang sedang sholat dinamakan …
14. termasuk kesalahan dalam sholat adalah berlari-lari pada saat …. Sholat, karena kawatir terlambat atau tertinggal rekaatnya.
15. Orang yang sholat dengan sangat cepat sehingga gerakan sholatnya tidak sempurna berarti orang tersebut melaksanakan sholat dengan tidak ….
16. Pemimpin sholat berjama’ah disebut …
17. Sholat 5 waktu bagi seorang mukmin (laki-laki) wajib dilaksanakan di …
18. Bayangan benda di siang hari 2 kali benda aslinya, adalah tepi awal sholat …
19. Sholat idul fitri/adha disunahkan dilaksanakan di …
20. Puasa Arofah adalah puasa untuk menghormati jama’ah haji yang sedang melaksanakan wukuf dipadang arofah. Puasa ini dilaksanakan tanggal …

II. Jawablah dengan benar!
21. Sebutkan syarat-syarat sholat berjama’ah!


22. Apa perbedaan wajib dengan sunah? sebutkan contohnya masing-masing!



23. Tulislah doa sujud syhawi dan artinya!


Read More......

Jumat, November 20, 2009

Uas sem 1 Fikih Ibadah kelas 3 SD 2010

1. Isra miraj merupakan awal perintah Allah kepada kaum muslimin untuk melaksanakan kewajiban …
a. puasa c. zakat
b. sholat d. haji
2. Masjdil Aqsho terletak di negara …
a. Makah c. Palestina
b. Irak d. Zaman
3. Kendaraan yang dinaiki Nabi Muhammad Saw. saat berisra miraj yaitu …
a. Buroq c. pesawat terbang
b. kuda d. unta
4. Malikat yang mendampingi Nabi Muhammad Saw. Ketika berisra-miraj adalah …
a. Malikat Izroil c. Malaikat Mikail
b. Malaikat Isrofil d. Malaikat Jibril

5. Sahabat nabi yang pertama kali meyakini kebenaran peristiwa isra miraj bernama …
a. Abu bakar as-sidiq c. Usman bin Affan
b. Umar bin Khattab d. Ali bin abi thalib
6. Nabi yang menasihati agar Nabi Muhammad Saw.minta keringanan jumlah sholat kepada Allah Swt. Ketika berisra miraj adalah …
a. Musa. As. c. Adam As.
b. Isa As. d. Ibrahim As.
7. Pertama kali Allah memerintahkan Nabi Muhammad Saw. untuk sholat sebanyak … sehari semalam
a. 50 x c. 10 x
b. 40 x d. 5 x
8. Sholat 5 waktu bagi umat islam hukumnya ….
a. wajib c. makruh
b. sunnah d. mubah
9. Hukum sholat idul adha bagi umat islam adalah ….
a. wajib c. makruh
b. sunnah d. mubah

10. Yang termasuk makanan haram adalah …
a. daging babi c. bangkai ikan
b. makanan basi d. anjing laut

11. Bacaan pada saat takbiratul ikrom dalam sholat yaitu …
a. c.
b. d.


12. Hukuman bagi orang yang meninggalkan sholat adalah disiksa dineraka dengan …
a. mulut yang dihancurkan berulang-ulang tiada henti
b. kepala hancur ditimpa batu besar
c. tangan yang dipotong
d. disetelika punggungnya
13. Setelah melaksanakan sholat, sebaiknya kita melakukan …
a. doa c. langsung sholat sunnah
b. dzikir d. dzikir dulu dan dilanjutkan berdoa
14. Pembatas yang harus ada di depan orang sholat disebut …
a. dinding c. suthrah
b. sajadah d. sutra
15. Sholat dengan tuma’ninah artinya …
a. sholat dengan cepat
b. sholat dengan pelan-pelan
c. sholat setiap hari tidak meninggalkannya walaupun sekali saja
d. sholat dengan khusyuk, tertib dalam bacaan dan gerakannya
16. Berikut ini anggota badan yang tidak menyentuh lantai pada saat sujud adalah …
a. dahi c. telapak tangan
b. hidung d. mulut
17. Jika kita menuju ke masjid untuk sholat berjama’ah. Maka langkah kaki kanan akan …
a. meninggikan derajat c. menambah dosa
b. mengurangi pahala d. merendahkan derajat
18. sholat wajib sehari- semalam ada … rakaat.
a. 15 c. 17
b. 16 d. 18
19. Ancaman Allah Swt. bagi makmum yang mendahului gerakan imam pada waktu sholat berjama’ah adalah diakhirat nati kepalanya akan berubah menjadi kepala …
a. anjing c. keledai
b. kuda d. domba
20. Dalam sholat berjama’ah setelah imam selesai sholat disunahkan menghadap …
a. Ke arah Kiblat c. arah makmum
b. Ke arah kiri d. tetap ke barat

II. Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!
1. Isra -miraj artinya perjalanan Nabi Muhammad dimalam hari dari ………………………
…………………………………………………………………………………………….
2. artinya …
3. Pada saat matahari terbenam syafaq berarti menunjukkan tepi awal sholat ….
4. Doa iftitah dibaca pada rakaat sholat yang ke …
5. Pada saat terbit fajar berarti menunjukkan tepi awal sholat ….
6. Bunyi bacaan istighfar adalah …
7. Setelah selesai sholat berjama’ah, imam disunahkan menghadap ke ….
8. Makmum yang tertinggal jumlah rekaatnya pada waktu mengikuti sholat berjam’ah disebut makmum…
9. Apabila kita lupa atau keliru rakaat dalam melaksanakan sholat. Maka setelqah salam kita melakukan sujud …
10. Tempat sholat idul fitri/adha disunahkan dilaksanakan di …..

III. Jawablah pertanyaan di bawah sesuai dengan perintah!
1. Tulislah kembali kisah tentang isra’-mi’raj!
2. Tulislah tepi awal berdasarkan bayangan benda terhadap matahari!
a. sholat dhuhur
b. sholat ashar
c. cholat magrib
3. Tulislah do’a pada waktu sujud syahwi dan artinya!
4. Apakah perbedaan antara wajib dengan sunah? Berilah contonya masing-masing!
5. Sebutkan 4 keutamaan sholat berjama’ah!



Read More......

Kamis, November 19, 2009

Fi’il menurut susunannya terbagi menjadi 4, yakni :
- Fi’il tsulasi mujarrod
- Fi’il tsulatsi maajid
- Fi’il ruba’I mujarrod
- Fi’il ruba’I maajid

Adapun fi’il mujarrod (الْفِعْلُ المُجَرَّدُ) adalah fi’il yang keseluruhannya adalah huruf asli.



Contoh tsulatsi (ثُلاَثِي)

مَنَعَ (mana’a)=melarang

فَرِحَ(faroha)=gembira

حَسُنَ (hasuna)=bagus




Contoh ruba’I (رُبَاعِي)

دَحْرَجَ (dahroja)=menggelincirkan

زَلْزَلَ(zalzala)=menggoncangkan

تَرْجَمَ (tarjama)=menerjemahkan



Sedangkan fi’il maajid (الْفِعْلُ المَزِيْدُ) adalah fi’il yang ditambahkan pada huruf aslinya, berupa satu huruf atau lebih.

Contoh tsulatsi maajid dengan penambahan satu huruf

أَحْسَنَ (ahsana)=memperbaiki

كَرَّمَ (karroma)=memuliakan

شَاهَدَ (syaahada)=menyaksikan




Contoh tsulatsi maajid dengan penambahan dua huruf

اِنْطَلَقَ (intholaqo)=pergi

اِجْتَهَدَ (ijtahada)=bersungguh-sungguh

تَحَادَثَ (tahaadatsa)=bercakap-cakap




Contoh tsulatsi maajid dengan penambahan tiga huruf

اِسْتَغْفَرَ (istagfaro)=meminta ampun

اِغْرَوْرَقَ (igrouroqo)=bercucuran

اِحْمَارَّ (ihmarro)=menjadi merah




Contoh ruba’I dengan penambahan satu huruf

تَدَحْرَجَ (tadahroja)=menggelincirkan

تَبَعْثَرَ (taba’tsaro)=terbalik




Contoh ruba’I dengan penambahan dua huruf

اِطْمَأَنَّ (ithmaanna)=tentram

اِفْرَنْقَعَ (ifronqoa’)=menjauh



Dari hal ini, huruf dalam fi’il minimal ada tiga huruf dan maksimal ada 6 huruf, adapun untuk isim, maka tidak terbatas, karena banyak sekali kata serapan dari bahasa asing yang masuk ke bahasa arab yang mempengaruhi susunan kata bahasa arab. contohnya kota Jogjakarta, maka jika di bahasa arabkan menjadi جوجاكرت (juujaakarta), mempunyai huruf yang lebih dari enam.

Sumber Artikel
http://www.ryper.blogspot.com


Read More......

Tata Cara Sujud Sahwi

The Prostration of Forgetfulness
Penulis : Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin
Judul Terjemahan : Tata Cara Sujud Sahwi
Alih Bahasa : Ummu Abdillah al-Buthoniyah
Editor : Muhammad Rivai
Sampul : MRM Graph



Judul Asli :  


The Prostration of Forgetfulness
Penulis : Syaikh Muhammad bin Shalih
al-Utsaimin

Judul Terjemahan : Tata Cara Sujud Sahwi
Alih Bahasa : Ummu Abdillah al-Buthoniyah
Editor : Muhammad Rivai
Sampul : MRM Graph





Disebarlauaskan melalui:






Website:
http://www.raudhatulmuhibbin.org
e-Mail: redaksi@raudhatulmuhibbin.org


April, 2009







Buku ini adalah online e-Book dari Maktabah
Raudhah al Muhibbin yang diterjemahkan dari
on-line e-Book versi Bahasa Inggris dari situs
www.islamhouse.com. Diperbolehkan untuk
menyebarluaskannya dalam bentuk apapun,
selama tidak untuk tujuan komersil




ـر
ا د 
 



 

  

  






Tata Cara Sujud Sahwi
_____________________________________________
http://www.raudhatulmuhibbin.org
1
   



    !  " 
 # 


 $ %  "   &  ' ()


   * 
+ , 
 .


Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, semoga
shalawat dan salam tercurah kepada Nabi kita
Muhammad  yang membawa pesan yang jelas,
kepada keluarganya, para sahabatnya, dan orang-
orang yang mengikuti mereka hingga Hari
Kemudian. Amma ba’du.

Banyak orang yang tidak mengetahui sebagian dari
hukum sujud sahwi didalam shalat. Iantara mereka
meninggalkan sujud sahwi di tempat yang wajib
bagi mereka, sebagian yang lain melakukan sujud
sahwi bukan pada saat yang tepat, sebagian
melakukannya sebelum salam meskipun pada
keadaan dimana mereka harus melakukannya
setelah salam; sebagian lain melakukannya setelah
salam meskipun sebenarnya ia harus melakukannya
sebelum salam. Karenanya sangat penting untuk
mengetahui hukum-hukum yang barkaitan dengan
sujud sahwi terutama bagi para imam yang diikuti
orang-orang di dalam shalat mereka, yang Tata Cara Sujud Sahwi
_____________________________________________
http://www.raudhatulmuhibbin.org
2
bertanggung jawab mengikuti syari’at yang benar
dalam shalatnya serta memimpin kaum muslimin
iatasnya. Oleh karena itu saya berkeinginan
menempatkan di hadapan saudara-saudaraku
beberapa hukum berkenaan dengan ini (sujud
sahwi), semoga Allah Ta’ala memberikan manfaat
dengannya bagi para hamba-Nya yang beriman.

Maka saya memohon pertolongan kepada Allah
Ta’ala, dan memohon kepada-Nya untuk mem-
bimbing kita dan menganugerahi kita sesuatu yang
benar.

Sujud sahwi adalah: dua sujud yang dilakukan
oleh orang yang shalat untuk menggantikan
kesalahan yang terjadi dalam shalatnya karena
lupa (sahw).

Penyebabnya ada tiga: menambahkan sesuatu (az-
ziyaadah), menghilangkan sesuatu (an-naqsh), dan
dalam keadaan ragu-garu (as-syak).



I. MENAMBAHKAN SESUATU (Az-Ziyaadah)

Jika seseorang shalat menambahkan sesuatu
dengan sengaja dalam berdiri, duduk, ruku, atau
sujud, maka shalatnya batal. Namun jika ia
melakukannya karena lupa dan tidak ingat atas
penambahan tersebut sampai ia menyelesaikan-
nya, maka tidak ada sesuatu atasnya kecuali sujud Tata Cara Sujud Sahwi
_____________________________________________
http://www.raudhatulmuhibbin.org
3
sahwi dan shalatnya menjadi benar. Namun jika ia
mengingatnya ketika sedang melakukan penambah-
an tersebut, maka wajib baginya untuk me-
ninggalkan (membatalkan) penambahan tersebut
kemudian melakukan sujud sahwi (yakni di akhir
shalat) dan shalatnya menjadi benar.

Contohnya seseorang yang shalat zhuhur lima
raka’at, tetapi ia tidak mengingat bahwa ia telah
menambah (raka’at) kecuali ketika (ia dalam
keadaan) tasyahud. Maka ia harus menyelesaikan
tasyahud tersebut lalu melakukan salam kemudian
sujud sahwi lalu melakukan salam lagi. Namun jika
ia tidak mengingat penambahan tersebut kecuali
setelah salam, maka ia harus melakukan sujud
sahwi kemian melakukan salam lagi (ketika ia ingat
setelah melakukan salam setelah shalat). Dan jika
ia mengingat penambahan tersebut pada saat ia
berdiri pada saat raka’at kelima, maka ia harus
duduk kemudian tasyahud dan salam, kemudian
sujud sahwi lalu salam lagi.

Dalilnya adalah hadits Abdullah bin Mas’ud
Radhiyallahu‘anhu yang berkata: “Nabi  shalat
Zhuhur lima rakaat, maka seseorang bertanya,
“Apakah ada penambahan dalam shalat?” Beliau
berkata, “Kenapa begitu?” Mereka berkata,
“Engkau shalat lima (raka’at)”. Maka beliau
sujud dua kali setelah salam.” Dalam satu
riwayat “…maka beliau melipat kedua kakinya Tata Cara Sujud Sahwi
_____________________________________________
http://www.raudhatulmuhibbin.org
4
dan menghadap Kiblat, lalu melakukan dua
sujud, kemudian salam.” (HR Jama’ah)
1



SALAM SEBELUM SHALAT SEMPURNA

Salam sebelum shalat sempurna adalah
penambahan di dalam shalat. Maka barangsiapa
yang salam sebelum menyempurnakan shalat
secara sengaja, maka shalatnya batal.

Namun jika hal tersebut dilakukan karena lupa
atau ia tidak ingat sampai waktu yang lama maka
ia harus mengulangi shalatnya kembali. Jika ia
mengingatnya sesaat kemudian, misalnya setelah
dua atau tiga menit kemudian, maka ia harus
menyempurnakan shalatnya lalu salam dan
kemudian sujud shawi dan melakukan salam lagi.

Dalilnya adalah hadits Abu Hurairah :
“Bahwasannya Nabi    shalat Dzhuhur atau Ashar
bersama mereka dan melakukan salam setelah
dua raka’at. Kemudian beliau memisahkan diri
dengan cepat ke salah satu pintu masjid, dan
orang-orang berkata bahwa shalat telah
diqashar. Sementara itu Nabi    berdiri di
samping sebatang kayu yang ada di dalam
masjid, berandar padanya seolah beliau sedang
marah. Maka salah seorang berdiri dan berkata,
“Ya Rasulullah, apakah engkau lupa atau shalat

1
Yakni Al-Bukhari, Muslim dan keempat Penulis Sunan. Tata Cara Sujud Sahwi
_____________________________________________
http://www.raudhatulmuhibbin.org
5
telah diqashar?” Nabi    berkata: “Aku tidak lupa
dan shalat tidak diqashar” Maka laki-laki
tersebut berkata, “Tidakkah engkau telah lupa?”
Nabi    berkata kepada para sahabat: “Apakah ia
berkata benar?” Mereka menjawab: “Ya.” Maka
Nabi    kembali dan melakukan shalat yang
tersisa dan kemudian salam, lalu beliau sujud
dua kali, kemudian melakukan salam.” (Mutafaq
alaihi).

Dan apabila Imam salam sebelum menyempurna-
kan shalatnya dan ada sebagaian makmum yang
tertinggal sebagian shalat dan berdiri untuk
menyelesaikan bagian shalat yang tertinggal, dan
kemudian imam ingat bahwa ada sesuatu yang
tidak sempurna dalam shalatnya yang harus
disempurnakannya, kemudian ia berdiri untuk
menyempurnakannya, maka dalam keadaan ini
makmum yang telah berdiri untuk menyempurna-
kan bagian shalat yang tertinggal memiliki pilihan
antara melanjutkan melaksanakan apa yang
terlewatkan oleh mereka dan melakukan sujud
sahwi; dan (atau) kembali mengikuti imam - dan
melakukan salam untuk menyelesaikan bagian
shalat yang terlewatkan – dan kemudian sujud
sahwi setelah melakukan salam, dan ini lebih
sesuai dan lebih berhati-hati.




Tata Cara Sujud Sahwi
_____________________________________________
http://www.raudhatulmuhibbin.org
6
II. PENGURANGAN (An-Naqsh)

1). Pengurangan rukun shalat:
Jika seseorang mengurangi salah satu rukun dalam
shalatnya seperti takbir awal (takbiratul ihram),
maka tidak ada shalat baginya. Baik dilakukan
dengan sengaja atau lupa, karena sesungguhnya
shalatnya belum didirikan.

Dan jika yang ditinggalkan itu adalah rukun shalat
selain takbiratul ihram, dan ditinggalkan dengan
sengaja, maka shalatnya batal. Namun jika
ditinggalkan karena lupa, lalu ia meneruskan
shalatnya dan mendapatinya (rukun yang ditinggal-
kan tersebut
-pent.
) pada raka’at berikutnya, maka ia
melaksanakan raka’at yang dilupakannya pada saat
itu dan yang mengikutinya pada tempatnya. Jika ia
belum mencapai tempatnya pada raka’at berikut-
nya, maka wajib baginya untuk kembali pada rukun
yang ditinggalkannya dan melakukannya dan
apapun yang datang setelahnya. Dalam setiap
keadaan ini, wajib baginya untuk melakukan sujud
sahwi setelah salam.

Misalnya seseorang yang lupa sujud kedua pada
raka’at pertama, namun mengingatkan pada saat
duduk diantara dua sujud pada raka’at kedua.
Maka ia harus membuang raka’at pertama dan
raka’at kedua menempati tempatnya (mengganti-
kan raka’at pertama-pent.
), maka ia menghitungnya
sebagai raka’at yang pertama dan
menyempurnakan shalatnya berdasarkan hal Tata Cara Sujud Sahwi
_____________________________________________
http://www.raudhatulmuhibbin.org
7
tersebut. Kemudian ia salam lalu sujud sahwi dan
salam lagi.

Contoh lain, seseorang yang lupa sujud kedua dan
duduk diantara dua sujud pada raka’at pertama.
Namun ia mengingatnya setelah berdiri dari ruku’
pada raka’at kedua. Ia harus kembali duduk dan
sujud, dan kemudian melanjutkan shalatnya dari
situ. Kemudian ia salam, sujud sahwi dan salam.


2) Pengurangan kewajiban:
Jika seseorang yang shalat meninggalkan suatu
kewajiban diantara kewajiban di dalam shalat
secara sengaja, maka shalatnya batal. Tetapi jika
hal itu dilakukannya karena lupa dan ia mengingat-
nya sebelum melanjutkan dari tempatnya pada
shalat tersebut, maka ia harus melakukannya dan
tidak ada sesuatu atasnya.

Jika ia mengingatnya setelah melanjutkan dari
tempatnya di dalam shalat, tetapi belum mencapai
rukun yang mengikutinya, maka ia harus kembali
(pada apa yang ditinggalkannya) dan melakukan-
nya, lalu ia menyempurnakan shalatnya hingga
salam, lalu sujud sahwi dan salam. Akan tetapi jika
ia mengingatnya setelah mencapai rukun shalat
yang mengikutinya, maka hal tersebut batal dan ia
tidak boleh kembali untuk melaksanakannya. Akan
tetapi setelah ia menyelesaikan shalatnya ia sujud
sahwi terlebih dahulu sebelum salam.
Tata Cara Sujud Sahwi
_____________________________________________
http://www.raudhatulmuhibbin.org
8
Contohnya ketika seseorang bangkit dari sujud
kedua pada raka’at kedua untuk melakukan
raka’at ketiga, tertapi ia lupa melaksanakan
tasyahud. Dan ia mengingatnya sebelum benar-
benar berdiri untuk melaksanakan raka’at ketiga,
maka ia harus kembali pada posisi duduk untuk
melakukan tasyahud dan menyempurnakan
shalatnya. Maka dalam hal ini tidak ada sesuatu
(kewajiban) atasnya (melakukan sujud sahwi).
Namun demikian, apabila ia mengingatnya setelah
berdiri namun sebelum tegak, maka ia harus
kembali ke posisi duduk dan melakukan tasyahud,
kemudian menyelesaikan shalatnya hingga salam,
lalu sujud sahwi dan salam lagi.

Jika ia mengingatnya setelah berdiri tegak, maka
tasyahud tersebut batal baginya. Kemudian ia
harus meneruskan dan menyempurnakan shalat-
nya, lalu sujud sahwi sebelum salam.

Dalilnya adalah apa yang telah diriwayatkan oleh
Al-Bukhari dan yang lainnya dari Abdullah bin
Buhainah : “Bahwasannya Nabi memimpin
mereka dalam shalat Dzhuhur. Beliau langsung
berdiri setelah dua    raka’at pertama dan tidak
duduk (untuk tasyahud awal), para jama’ah pun
berdiri mengikutinya. Kemudian ketika hampir
menyempurnakan shalat dan orang-orang me-
nunggu salam beliau, beliau bertakbir dalam Tata Cara Sujud Sahwi
_____________________________________________
http://www.raudhatulmuhibbin.org
9
keadaan duduk dan melakukan dua sujud dua
kali sebelum salam, kemudian beliau salam.”2



III. RAGU-RAGU (Syak)

Ragu adalah tidak yakin terhadap dua keadaan
yang timbul, dan keraguan tidak diperhitungkan
dalam perkara ibadah dalam tiga hal:

1) Jika hal tersebut hanya merupakan hayalan
seseorang yang bukan merupakan kenyataan
seperti was-was.

2) Jika hal tersebut muncul secara terus-menerus
pada seseorang bahwa ia tidak melakukan suatu
ibadah kecuali bahwa ia meragukannya.

3. Jika hal tersebut muncul setelah me-
nyempurnakan ibadah. Maka yang demikian
tidak diperhitungkan selama ia tidak yakin
atasnya, dan dalam hal ini ia harus beramal
terhadap apa yang ia yakini.

Contohnya seseorang mengerjakan shalat Dzhuhur.
Setelah menyelesaikan shalatnya ia ragu apakah ia
shalat tiga atau empat raka’at. Dan ia tidak
memperdulikan keraguan ini kecuali ia yakin
bahwa ia hanya shalat tiga raka’at. Dalam hal ini ia
harus menyempurnakan shalatnya hingga

2
HR Bukhari dan Muslim Tata Cara Sujud Sahwi
_____________________________________________
http://www.raudhatulmuhibbin.org
10
melakukan salam kemudian sujud sahwi dan salam,
jika keraguan tersebut segera timbul setelah
shalat. Namun jika keraguan tersebut timbul
setelah selang waktu yang lama, maka ia harus
mengulangi shalat tersebut.

Adapun keraguan diluar dari tiga keadaan ini,
maka hal tersebut harus diperhitungkan. Keraguan
di dalam shalat terdiri dari dua macam:

1) Salah satu dari dua hal lebih berat dalam
pikirannya, maka ia bertindak atas apa yang
lebih kuat baginya. Kemudian ia menyelesaikan
shalatnya berdasarkan hal tersebut dan
setelahnya hingga ia salam, kemudian
melakukan sujud sahwi dan salam.

Contohnya, jika seseorang shalat Zhuhur dan
mengalami keraguan dalam suatu raka’at
apakah ini raka’at kedua atau ketiga. Namun
yang paling kuat dalam pikirannya adalah
raka’at ketiga, maka ia menjadikan raka’at
tersebut sebagai raka’at ketiga dan
menyelesaikan sesudahnya hingga ia salam,
kemudian sujud sahwi lalu salam.

Dalilnya apa yang telah tsabit dalam kedua
kitab Shahih dan yang lainnya dari hadits
Abdulah bin Mas’ud  bahwa Nabi  bersabda:
Tata Cara Sujud Sahwi
_____________________________________________
http://www.raudhatulmuhibbin.org
11
   !"# $% &' () *+,(% -. +!,(%
&(/ 0 1(! 0 !"!2 '"

“Apabila salah satu dari kalian ragu dalam
shalatnya, hendaknya ia memilih yang paling
mendekati kebenaran, kemudian me-
nyempurnakan shalatnya, lalu melakukan
salam lalu sujud dua kali.”3
Ini adalah lafazh
al-Bukhari.

2) Tidak ada dari salah satu dari dua kemungkinan
yang lebih condong dalam pikirannya. Yang
demikian ia harus mengambil sikap terhadap
apa yang telah pasti, yaitu yang jumlahkan
lebih sedikit. Kemudian ia meneruskan shalat-
nya dan sujud sahwi sebelum salam, lalu salam.

Contohnya jika seseorang shalat ashar dan ia
ragu dalam suatu raka’at apakah ini raka’at
kedua atau ketiga, yang mana tidak ada
diantara keduanya yang ia condong kepadanya.
Maka ia menjadikan shalatnya tersebut sebagai
raka’at kedua lalu melakukan tasyahud dan
bertasyahud pada dua raka’at setelahnya.
Kemudian ia sujud sahwi sebelum salam, lalu
salam.


3
HR Bukhari Tata Cara Sujud Sahwi
_____________________________________________
http://www.raudhatulmuhibbin.org
12
Dalilnya adalah sebagaimana yang diriwayatkan
oleh Muslim dari Abu Sa’id Al-Khudri 
bahwasannya Nabi  bersabda:

   !"# $% &' () (% 
"2  34() 50 (0 6#
78
# 9,:,(% ; <,= 3(/ > ?+  0 !"!2
'" @<A ,B# 1(!2 ,BC% B  34() 7DE F 8 !&
!&' () ,B= B  34() 7> D' GH
I +J  7DK'
B :;(

“Apabila salah seorang dari kamu ragu dalam
shalatnya dan tidak mengetahui berapa
(raka’at) shalat yang dikerjakannya apakah
tiga atau empat, hendaklah ia membuang
keraguannya dan condong kepada apa yang
diyakininya. Kemudian ia melakukan sujud
dua kali sebelum salam. Jika ia telah shalat
lima (raka’at), maka ia (sujud sahwi
-pent
) telah
menggenapkannya baginya, dan apabila ia
menyelesaikan empat raka’at, maka ia adalah
penghinaan bagi syaithan.”4


Dan dari contoh keraguan adalah seseorang yang
tiba ketika Imam sedang ruku’. Maka ia melakukan
takbiratul ihram ketika ia berdiri tegak, dan

4
HR Muslim Tata Cara Sujud Sahwi
_____________________________________________
http://www.raudhatulmuhibbin.org
13
kemudian ruku, dan hal ini akan berakibat pada
tiga keadaan:

1) Ia yakin bahwa ia telah menemui Imam ketika
ia ruku’ sebelum ia bangkit darinya. Maka ia
telah mendapatkan raka’at dan bacaan surat
Al-Fatihah tidak diwajibnkan baginya dalam
keadaan ini.

2) Ia yakin bahwa Imam telah bangkit dari ruku’
sebelum ia mencapainya, maka ia kehilangan
raka’at tersebut.

3) Ia ragu apakah ia mendapatkan imam ketika ia
mengerjakan ruku’ – sehingga ia mendapatkan
raka’at tersebut, atau Imam telah bangkit dari
ruku’ sebelum ia mendapatkannya sehingga ia
kehilangan raka’at tersebut. Maka apa yang
lebih condong dari salah satu diantara
keduanya didalam pikirannya, ia beramal
atasnya dan menyempurnakan shalatnya
berdasarkan hal itu sampai salam, kemudian
melakukan sujud sahwi dan salam. Kecuali jika
ia tidak kehilangan sesuatu dalam shalatnya
maka tidak perlu baginya sujud sahwi.

Namun jika tidak ada sesuatu yang lebih
condong dalam pemikiannya maka ia beramal
atas apa yang telah pasti (yakni ia telah
kehilngan satu raka’at), maka ia menyempurna-
kan shalatnya berdasarkan hal itu dan sujud Tata Cara Sujud Sahwi
_____________________________________________
http://www.raudhatulmuhibbin.org
14
sahwi sebelum melakukan salam dan kemudian
salam.

Faidah:

Jika ia ragu di dalam shalatnya ia harus beramal
terhadap apa yang ia yakini atau atas apa yang
lebih condong dalam pikirannya sesuai dengan
penjelasan rinci sebelumnya. Kemudian jika
jelas baginya bahwa tindakan yang diambilnya
telah berkesesuaian dengan kenyataan dan ia
tidak menambah atau mengurangi sesuatu dari
shalatnya, maka ia tidak perlu lagi melakukan
sujud sahwi menurut apa yang dikenal dari
madzhab karena keraguan yang timbul sudah
tidak ada.

Pendapat yang lain mengatakan bahwa sujud
sahwi tetap dilakukan untuk menghinakan
syaithan, berdasarkan sabda Nabi : “Dan jika
ia telah menyempurnakan shalatnya, dua sujud
itu akan menjadi penghinaan bagi syaithan.”
Dan juga karena ia telah melakukan suatu
bagian dari shalatnya dalam keadaan ragu-ragu
mengenai pelaksanaannya, dan ini adalah
pendapat yang lebih kuat.

Contohnya adalah jika seseorang shalat dan
ragu dalam salah satu raka’at apakah itu
raka’at kedua atau ketiga. Tidak satupun dari
kedua kemungkinan ini yang lebih berat dalam
pikirannya, maka hendaklah ia menjadikan Tata Cara Sujud Sahwi
_____________________________________________
http://www.raudhatulmuhibbin.org
15
raka’at tersebut sebagai raka’at kedua dan
selesaikanlah shalatnya berdasarkan hal itu.
Tetapi ketika melanjutkan (shalatnya), menjadi
jelas baginya bahwa hal itu benar raka’at
kedua. Dalam keadaan seperti ini tidak ada
sujud sahwi yang diwajibkan atasnya menurut
pendapat madzhab yang masyhur. Akan tetapi
sujud sahwi sebelum salam diwajibkan atasnya
menurut pendapat kedua yang menurut kami
lebih disukai.


Sujud Sahwi bagi Makmum.

Apabila Imam lupa (dalam shalatnya) maka wajib
bagi orang yang bermakmum dalam shalat untuk
mengikutinya dalam melakukan sujud sahwi
berdasarkan sabda Nabi : “Imam ditunjuk untuk
diikuti, maka tidak boleh menyelisihi imam…,”
sampai perkataan beliau “…maka apabila ia sujud
maka sujudlah” Hadits ini Mutafaqun ‘Alaihi dari
Abu Hurairah .

Baik Imam tersebut sujud sahwi sebelum salam
ataupun sesudahnya, wajib bagi orang-orang yang
bermakmum di belakangnya untuk mengikutinya.
Kecuali bagi orang yang datang terlambat dan
harus mengganti raka’at yang ditinggalkannya. Ia
tidak boleh mengikuti Imam melakukan sujud
sahwi setelah salam, karena hal tersebut tidak
mungkin baginya. Hal ini karena ia tidak
melakukan salam bersama dengan Imam, maka apa Tata Cara Sujud Sahwi
_____________________________________________
http://www.raudhatulmuhibbin.org
16
yang harus dilakukannya adalah mengganti apa
(raka’at) yang ditinggalkannya kemudian salam,
lalu sujud sahwi kemudian salam.

Contohnya apabila seorang seseorang mendatangi
shalat dan menjumpai Imam mengerjakan raka’at
terakhir dan imam wajib mengerjakan sujud sahwi
setelah shalat. Maka ketika imam salam, orang
yang masbuk tersebut harus berdiri me-
nyempurnakan apa yang ia tinggalkan dan tidak
sujud bersama Imam. Kemudian ketika ia telah
menyelesaikan apa yang ia tinggalkan dan telah
melakukan salam, maka ia harus melakukan sujud
sahwi setelah salam.

Akan tetapi jika makmum yang lupa ketika shalat
bersama imam namun tidak ada (raka’at) dari
shalat yang ia tinggalkan, maka tidak ada sujud
sahwi yang diwajibkan atasnya. Hal ini karena
sujud (sujud sahwi) yang dilakukannya akan
menyebabkan dirinya menyelisihi Imam dan
merusak keadaannya yang bermakmum kepada
Imam. Sebagaimana para sahabat  meninggalkan
tasyahud ketika Nabi  lupa, mereka berdiri
bersama beliau dan tidak duduk tasyahud dalam
rangka memenuhi kewajiban mengikuti serta tidak
menyelisihi Imam.

Dan apabila ia kehilangan bagian dari shalat karena
ia sendiri lupa ketika shalat di belakang Imam atau
ketika mengerjakan (bagian) yang ia tinggalkan,
maka ia harus sujud sahwi setelah menyelesaikan Tata Cara Sujud Sahwi
_____________________________________________
http://www.raudhatulmuhibbin.org
17
yang ia tinggalkan. Sujud ini dapat dilakukan
sebelum atau sesudah salam, tergantung
penyebabnya sebagaimana yang telah dijelaskan
sebelumnya.

Contohnya ketika seorang makmum lupa
mengucapkan ‘Subhana rabbial adzim’ pada saat
ruku’, namun ia tidak ketinggalan apapun di dalam
shalat, maka ia tidak perlu melakukan sujud sahwi.
Akan tetapi jika ia sampai kehilangan satu raka’at
atau lebih, maka ia harus menggantikannya dan
kemudian sujud sahwi sebelum salam.

Contoh selanjutnya jika seorang makmum shalat
Dzhuhur dibelakang Imam, maka ketika Imam
berdiri untuk raka’at keempat, sang makmum
tetap duduk karena mengira itu adalah raka’at
terakhir. Tetapi manakala ia mengetahui Imam
telah berdiri dan ia pun berdiri serta tidak
menyebabkan ia kehilangan sesuatu dari shalat
tersebut, maka tidak wajib atasnya sujud sahwi.
Dan apabila hal tersebut menyebabkan ia
ketinggalan satu raka’at atau lebih maka ia harus
mengerjakannya sampai salam lalu sujud sahwi,
kemudian salam.

Sujud ini dikarenakan duduk yang dilakukannya
tersebut telah menambah sesuatu di dalam shalat
ketika Imam telah berdiri untuk raka’at keempat.


Tata Cara Sujud Sahwi
_____________________________________________
http://www.raudhatulmuhibbin.org
18

Catatan:

Dari apa yang telah dipaparkan sebelumnya, telah
jelas bahwa sujud sahwi kadang-kadang dilakukan
sebelum salam dan kadang-kadang dilakukan
setelahnya.



Sujud sahwi dilaksanakan sebelum salam pada
dua keadaan:

1) Apabila terjadi pengurangan, berdasarkan
hadits Abdullah bin Burainah  bahwa Nabi 
sujud sahwi sebelum salam ketika beliau
meninggalkan tasyahud pertama, sebagaimana
lafadz hadits yang telah disebutkan terdahulu.

2) Jika hal tersebut karena ragu ketika ia tidak
dapat membedakan mana dari dua ke-
mungkinan yang lebih condong dalam
pikirannya. Berdasarkan hadits Abu Sa’id Al-
Khudri Radhiyallahu mengenai seseorang yang
ragu-ragu dalam shalatnya dan tidak tahu
berapa raka’at yang telah dikerjakannya,
apakah tiga atau empat. Maka Nabi 
memerintahkan orang yang mengalami keadaan
yang demikian untuk melakukan sujud sahwi
sebelum salam, sebagaimana hadits beserta
lafadznya telah disebutkan sebelumnya.
Tata Cara Sujud Sahwi
_____________________________________________
http://www.raudhatulmuhibbin.org
19

Sujud sahwi dilaksanakan setelah salam:

1) Apabila terjadi penambahan di dalam shalat,
berdasarkan hadits Abdullah bin Mas’ud 
ketika Nabi  shalat Dzhuhur lima raka’at dan
mereka mengatakan kepada beliau setelah
shalat, maka beliau melakukan dua sujud dan
kemudian salam. Dan beliau  tidak
menjelaskan bahwa sujud yang beliau lakukan
setelah salam tersebut disebabkan beliau baru
mengetahui adanya penambahan setelah hal
tersebut dilakukan. Hal ini menunjukkan bahwa
hukum ini bersifat umum dan sujud karena
penambahan harus dilaksanakan setelah salam,
tidak memandang apakah ia mengetahui
penambahan tersebut sebelum salam atau
sesudahnya.

Juga termasuk seseorang yang lupa dan
melakukan salam sebelum menyempurnakan
shalat lalu ia mengingatnya dan me-
nyempurnakannya. (Ini berarti) ia telah
menambah salam dalam shalat, maka ia harus
sujud setelah salam berdasarkan hadits Abu
Hurairah  bahwa Nabi salam pada shalat
Dzhuhur atau Ashar setelah dua raka’at. Mereka
memberitahukan kepada beliau, maka beliau
menyempurnakan shalat kemudian salam, lalu
sujud sahwi. Sebagaimana hadits beserta
lafazhnya telah disebutkan sebelumnya.
Tata Cara Sujud Sahwi
_____________________________________________
http://www.raudhatulmuhibbin.org
20
2) Jika hal itu karena lupa ketika salah satu dari
dua kemungkinan lebih condong dalam pikiran
seseorang, berdasarkan hadits Ibnu Mas’ud 
bahwa Nabi  memerintahkan orang yang lupa
dalam shalatnya untuk mengikuti apa yang
telah pasti. Kemudian menyelesaikan shalatnya
berdasarkan hal tersebut sampai salam
kemudian sujud. Sebagaimana hadits beserta
lafazhnya telah disebutkan.


Jika kedua keadaan yang disebabkan kelalaian
muncul baginya dalam satu shalat, yang salah
satunya mengharuskan ia sujud sebelum salam dan
yang lain mengharuskan ia sujud setelah salam.
Maka menurut pendapat ulama bahwa sujud
sebelum salam terlebih dahulu, maka ia harus
sujud terlebih dahulu sebelum salam.

Contohnya, seseorang yang shalat Zhuhur berdiri
untuk raka’at ketiga tanpa duduk untuk tasyahud
pertama. Kemudian ia duduk di raka’at ketiga, dan
ia mengira bahwa itu adalah raka’at kedua. Lalu ia
ingat bahwa itu adalah raka’at ketiga, maka ia
harus berdiri melaksanakan raka’at yang berikut-
nya, dan sujud sahwi kemudian salam. Namun
orang tersebut meninggalkan tasyahud awal yang
mengharuskan ia sujud sebelum salam dan
menambahkan duduk di raka’at ketiga yang
mengharuskan ia sujud setelah salam. Maka sujud
sebelum salam mendahului, Wallahu A’lam.
Tata Cara Sujud Sahwi
_____________________________________________
http://www.raudhatulmuhibbin.org
21
Saya memohon kepada Allah agar DIa
mengaunerahkan kepada kita dan suadara-saudara
muslim pemahaman terhadap Kitab-Nya dan
Sunnah Rasul-Nya dan agar kita beramal atasnya
secara batin dan secara lahir dalam perkara-
perkara aqidah, ibadah dan muamalah. Semoga
Allah menganugerahi kita kesudahan yang baik.
Sesungguhnya Ia Maha Memberi dan Maha
Pemurah.






      
 # 

.$   %  .


Ditulis dan disusun oleh seseorang
yang membutuhkan Allah Ta’ala.

Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin
4/3/1400 H


Read More......

pentingnya bhs arab

pentingnya bhs arab
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا إِنْ تَِمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّتِي

“Aku meninggalkan kepada kalian dua perkara, jika kalian berpegang teguh kepada keduanya maka kalian tidak akan tersesat selama-lamanya. Dua perkara tersebut adalah kitabullah (al-Qur’an) dan sunnahku (al-Hadits).”

Allah ta’ala berfirman,

الر تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْمُبِينِ - إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

“Alif, Laam, Raa. ini adalah ayat-ayat kitab (Al Quran) yang nyata (dari Allah). Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kalian memahaminya.” (read less)
Read More......

Rabu, November 18, 2009

SOAL UAS 1 IPA KELAS 3 SD 10 JANUARI 2010

I. Berilah tanda silang pada huruf a, b, c atau d di depan jawaban yang benar!
1. Manusia yang tidak makan berhari-hari bisa meninggal, hal ini menunjukkan salah satu ciri makhluk hidup yaitu …
a. bergerak c. berkembang biak
b. memerlukan nutrisi d. menanggapi adanya rangsang

2. Pertumbuhan dialami oleh …
a. tanah dan cacing c. rumput dan belalang
b. kayu dan rayap d. ulat dan pasir

3. Tanaman akan tumbuh subur jika …
a. dihindarkan dari sinar matahari
b. disemprot pestisida
c. disiram air dan dipupuk
d. disiram air terus menerus


4. Makanan seperti gambar di samping banyak mengandung …
a. vitamin c. karbohidrat
b. protein d. mineral



5. Berikut ini yang merupakan kelompok hewan ovipar adalah …
a. kanguru, gajah, dan ayam c. hiu, ayam, dan buaya
b. katak, ikan, dan ayam d. cacing, ular, dan kuda

6. Hewan seperti gambar di samping, bernafas menggunakan …
a. paru-paru c. insang
b. kulit d. trakea


7.



Perhatikan gambar di atas ! Kelompok hewan herbivora adalah …
a. 1, 2 dan 5 c. 3, 4, dan 5
b. 2, 4, dan 5 d. 2, 3, dan 5



8.


1 2 3 4 5
Perhatikan gambar di atas !
Kelompok hewan omnivora adalah …
a. 1, 2, dan 3 c. 1, 3, dan 5
b. 2, 3, dan 5 d. 3, 4, dan 5


9.



1 2 3 4
Urutan jenis tulang daun secara urut berdasarkan gambar di atas yaitu …
a. Menyirip, melengkung, menjari dan sejajar
b. menyirip, sejajar, melengkung, dan menjari
c. sejajar, menyirip, melengkung, dan menjari
d. sejajar, menjari, menyirip, dan melengkung

10. Batang basah terdapat pada tumbuhan …
a. padi dan bayam c. bayam dan pisang
b. tebu dan jagung d. kangkung dan bambu

11. Hal yang tidak berubah pada anak kucing selama pertumbuhannya menjadi kucing dewasa adalah …
a. tinggi tubuhnya c. panjang kukunya
b. berat tubuhnya d. jumlah kakinya


12. Berikut ini yang termasuk bahan pewarna alami pada makanan adalah ….
a. jahe c. kunyit
b. bawang d. tartrazine

13. Bahan pewarna makanan buatan sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia.
Berikut zat pewarna makanan yang tidak berbahaya, yaitu …
a. tartrazine c. ungu anggur
b. amarant d. pewarna tekstil

14. Olah raga merupakan kegiatan yang baik dan berguna untuk….
a. menghilangkan kejenuhan akibat kegiatan rutin
b. menghilangkan kelelahan dan menyegarkan tubuh
c. memulihkan tenaga dan kebugaran
d. melenturkan otot-otot dan melancarkan peredaran darah
15. Pencemaran tanah umumnya berasal dari ….
a. debu c. asap pabrik
b. bau tak sedap d. sampah anorganik





16. Nyamuk sering sekali bertelur di air tergenang. Nyamuk berbahaya karena dapat menyebabkan penyakit ….
a. kulit dan cacar air c. demam berdarah dan malaria
b. perut dan pernafasan d. typus dan muntaber

17. Tempat yang berdebu dan berasap biasanya terdapat di ….
a. kebun raya c. pegunungan
b. jalan raya d. hutan lindung

18. Perhatikan penyakit-penyakit berikut :
1. kanker 4. kulit
2. malaria 5. muntaber
3. tumor 6. jantung
Sungai yang tercemar dapat menyebabkan penyakit …
a. 2, 4, dan 6 c. 2, 4, dan 5
b. 2, 3, dan 4 d. 1, 2, dan 3

19. Tidak boleh merokok disembarang tempat karena dapat menyebabkan terjadinya pencemaran….
a. tanah c. suara
b. udara d. air



20. Gas beracun dan berbahaya yang dikeluarkan bersama asap kendaraan bermotor adalah …
a. karbon dioksida c. hidrogen
b. karbon monoksida d. nitrogen

21. Daur ulang terhadap sampah-sampah plastik adalah usaha mengurangi pencemaran….
a. tanah b. suara c. udara d. air

22. Di bawah ini merupakan usaha mencegah terjadinya pencemaran lingkungan, kecuali ….
a. menggunakan kendaraan bebas polusi
b. tidak memakai detergen secara berlebihan
c. tidak membuang sampah ke sungai
d. merokok di tempat umum
23. Di bawah ini merupakan dampak buruk bagi udara yang tercemar, kecuali ….
a. infeksi saluran pernafasan
b. batuk-batuk dan asma
c. sakit perut dan gatal-gatal
d. mata terasa perih dan gatal

24. Di bawah ini yang termasuk kelompok benda padat adalah ….
a. susu, plastisin dan pensil c. air teh, kaleng dan oksigen
b. plastisin, kertas dan tanah d. nitrogen, balon dan teh


25. Contoh benda yang dapat mengalir adalah ….
a. penghapus b. pensil c. bola d. sirup

26. Perhatikan benda-benda berikut :
1. susu bubuk 4. kecap manis
2. susu cair 5. madu
3. saus tomat 6. air hujan
Yang termasuk benda cair kental adalah …
a. 1, 2, 5, dan 6 c. 1, 2, 3, dan 4
b. 2, 3, 4, dan 5 d. 2, 4, 5, dan 6

27. Perhatikan benda-benda berikut :
1. bensin 4. minyak tanah
2. air susu 5. sirup
3. oli 6. air teh
Yang termasuk benda cair yang mudah terbakar yaitu …
a. 1, 3, dan 4 c. 2, 3, dan 4
b. 1, 3, dan 5 d. 3, 4, dan 6

28. Gambar di samping membuktikan bahwa …
a. udara dapat bergerak
b. udara mengisi ruang kosong
c. bentuk udara berubah sesuai tempatnya
d. udara mempunyai berat

29. Perlakuan berikut ini dapat menyebabkan perubahan sifat suatu benda, kecuali …
a. dipanaskan c. dibiarkan di udara terbuka
b. dibakar d. disimpan di ruang tertutup


30. Perubahan wujud seperti gambar di samping disebut …
a. menguap c. menyublim
b. membeku d. mencair


31. Jika dipanaskan, air dalam panci lama-kelamaan akan berubah menjadi …
a. uap air c. embun
b. panci d. es



32. Minyak wangi (parfum) akan tercium jika diteteskan ke tangan, sebab …
a. minyak wangi meresap ke tangan
b. minyak wangi berubah menjadi gas
c. minyak wangi berubah menjadi benda cair
d. minyak wangi mengalami peristiwa menyublim

33. Kegunaan suatu benda tergantung dari …
a. bahan untuk membuatnya c. sifat bendanya
b. capnya d. warnanya

34. Benda seperti gambar di samping terbuat dari …
a. kertas c. karet
b. plastik d. kayu


35. Gelas, piring dan mangkuk biasanya terbuat dari …
a. kayu dan kaca c. plastik dan kaca
b. kertas dan kayu d. kayu dan karet




II. Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!
1. Makhluk hidup bernafas menghirup … dan mengeluarkan gas …
2. Proses memasak makanan pada tumbuhan disebut …
3. Jagung mempunyai akar …
4. Hewan yang berkembang biak dengan bertelur dan beranak disebut …
5. Sumber makanan manusia berasal dari … dan …
6. Bertambahnya tinggi dan berat badan menunjukkan adanya …
7. Salah satu penyakit akibat adanya pencemaran air adalah …
8. Menanami kembali lahan yang kosong dengan tumbuhan hijau disebut …
9. Bentuk terakhir benda cair pada percobaan di samping adalah seperti …





10. Bon mobil terbuat dari bahan dasar karet, karena karet bersifat …



III. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan lengkap dan tepat!
1. Sebutkan 4 hewan yang termasuk kelompok carnivora!
2. Sebutkan ciri-ciri makhluk hidup! (4 saja)
3. Apa sajakan tindakan kita, agar lingkungan di sekitar kita tetap sehat? Sebutkan 4 saja!
4. Sebutkan 4 jenis pencemaran lingkungan dan berilah contoh penyebab pencemaran tersebut!
5. Jelaskan sifat-sifat dari: (masing-masing 2)
a. Benda Cair:
b. Benda Padat:




Catatan : Soal dikumpulkan lagi kepada pengawas !






Read More......

Rabu, November 11, 2009

huruf dan isim dhomir

Pembahasan mengenai huruf beserta jenis-jenisnya dan isim dhomir

Al-harfu (huruf) adalah kata yang mempunyai makna jika bergandengan dengan kata yang lainnya.

Contoh :
Kata مِنْ (dari) tidak akan bermakna atau tidak mempunyai arti jika bersendirian, dari mana?? Maksud dari kata tidak jelas, akan tetapi jika ditambah kata lain seperti مِنْ البَيْتِ (dari rumah), kata menjadi bermakna

Begitu juga kata في (di dalam), tidak akan bermakna jika tidak ditambah dengan kata yang lainnya. Hal ini berbeda dengan isim dan fi’il yang maknanya bisa kita pahami walaupun tanpa tambahan kata yang lain.

Sehingga, ketika menemukan suatu kata yang maknanya tidak bisa dipahami, maka ketahuilah kata itu merupakan huruf.

Bentuk dan jenis huruf bermacam-macam, ada yang disebut dengan huruf mabani dan ada yang disebut dengan huruf ma’ani.

1. Huruf mabani (حرف مباني)

Adalah huruf-huruf hijaiyah selain huruf ا و ي , karena ketiga huruf tersebut dikatakan sebagai huruf ilat (حرف العلة) atau huruf penyakit.

2. Huruf ma’ani (حرف معاني)

Adalah huruf-huruf yang mempunyai arti

Contoh :

أو atau

و dan

ثُمَّ kemudian

اِذَا ketika

ل milik

Jenis-jenis huruf ma’ani bermacam-macam diantaranya :

a. Huruf jar (حرف جار) yang telah kita bahas pada pelajaran kedua.

b. Huruf qosam (حرف قسم) atau disebut juga huruf sumpah. Huruf qosam ada tiga, yakni و ت ب

Contoh :

وَاللهِ – بِاللهِ – تَاللهِ(demi Allah)

Namun, dari ketiga huruf sumpah di atas, huruf ت hanya boleh digunakan untuk sumpah atas nama Allah ta’ala, adapun huruf yang lainnya boleh digunakan untuk selain nama Allah ta’ala.

c. Huruf athof (حرف العطف)

Adalah huruf yang digunakan untuk menggabungkan dua kata.

Contoh :

و (dan) misal جَاءَ مُحَُّمَدٌ وَ حَسَنَ (Muhammad dan Hasan datang)

أو(atau) misal ضَرَبَ حَسَنٌ كلَْبًا اَوْ قِطًا (Hasan memukul anjing atau kucing)

ثم (kemudian) misal مَا شَاءَ اللهُ ثُمَّ شِئْتَ (atas kehendak Allah kemudian kehendakmu)

Dari penjelasan di atas, kita tahu bahwa ada huruf yang mempunyai fungsi yang berbeda-beda sesuai dengan letak dan kedudukan dalam kalimat, seperti huruf و , disisi lain ia bisa sebagai huruf athof dan disisi lain dia bisa menjadi huruf qosam. Untuk mengetahuinya dapat dilihat dari arti atau kontek kalimat yang digunakan.

Masih banyak lagi jenis huruf yang akan disebutkan pada pelajaran berikutnya.

Isim dhomir (اسم ضمير)

Merupakan isim yang digunakan sebagai kata ganti, diantaranya:
هُوَ (dia 1 org lk) هُمَا (dia 2 org lk) هُمْ (mereka lk) لِلْغَائِبِِ (KG 3 LK)

هِيَ (dia 1 org pr) هُمَا (dia 2 org pr) هُنَّ (mereka pr) لِلْغَائِبَةِ (KG 3 PR)

أَنْتَ (kamu 1 org lk أَنْتُمَا (kamu 2 org lk) أنْتُمْ (kalian lk) لِلْمُخَاطَبِ (KG 2 LK)

أَنْتِ (kamu 1 org pr) أَنْتُمَا (kamu 2 org pr) أَنْتُنَّ (kalian pr)لِلْمُخَاطَبَةِ (KG 2 PR)

أَنَا (saya) نَحْنُ (kami) لِلْمُتَكَلِّمِ (KG1)


Namun, jika isim dhomir bergandengan dengan isim yang lain, maka bentuknya seperti dibawah ini :

ه هُمَا هُمْ لِلْغَائِبِِ
ها هُمَا هُنَّ لِلْغَائِبَةِ
كَ كُمَا كُمْ لِلْمُخَاطَبِ
كِ كُمَا كُنَّ لِلْمُخَاطَبَةِ
ي نا لِلْمُتَكَلِّمِ

Contoh :

رَبُّكَ Tuhanmu

كِتَابِي Kitabku

كِتَابُنَا Kitab Kami

Dari hal ini, ketika berdoa dihadapan orang banyak, seperti doa di akhir khutbah jum’at, hendaknya menggunakan kata نا bukan ي dalam berdoa, sebagaimana yang banyak dilakukan oleh para khotib, seperti membaca doa

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْب ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَي الدِّيْنِكَ

(wahai dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkan hatiku pada agamamu)

Padahal seharusnya, ketika dibaca dihadapan orang banyak, harus dibaca dengan kalimat

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْب ثَبِّتْ قُلُوْبَنَا عَلَي الدِّيْنِكَ

(wahai dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkan hati kami pada agamamu)

Soal latihan

Tentukan isim, fi’il dan huruf dari hadist berikut :

رَأَيْتُ رَجُلَيْنِ يَقُوْمَانِ أَمَامَ الْمَسْجِدِ. ثُمَّ دَخَلَا وَ صَلَّيَا جَالِسَيْنِ. قُلْتُ لَهُمَا بَعْدَ الصَّلَاةِ:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا. وَقَالَ تَعَالَى:إِنّ

أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللهِ أَتْقَاكُمْ. كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: جُعِلَتْ لِيَ

الْأَرْضُ طَهُوْرًا وَ مَسْجِدًا

Read More......

Senin, November 02, 2009

s



video Read More......

ULANGAN IPA KE-2 (LINGKUNGAN & KESEHATAN)



1. Udara yang masih segar biasanya terdapat di daerah ....
a. pegunungan b. jalan raya c. pasar d. terminal bus
2. Apabila kesehatan lingkungan terjaga, maka ....
a. makhluk hidup yang berada di dalamnya akan sakit
b. makhluk hidup yang berada di dalamnya akan sehat
c. makhluk hidup yang berada di dalamnya akan menderita
d. makhluk hidup yang berada di dalamnya akan berkurang
3. Pencemaran dapat disebut pula ....
a. erosi b. abrasi c. korosi d. polusi
4. Penanaman pohon dapat berfungsi sebagai ....
a. pengering udara b. pengatur udara c. pembersih udara d. penggerak udara
5. Bila rumah tidak mempunyai ventilasi yang baik, maka akan berakibat sebagai berikut,
kecuali ....
a. udara menjadi lembap b. udara menjadi kering
c. udara cukup mengandung oksigen d. jamur dapat tumbuh dengan baik
6. Gangguan pernapasan bisa disebabkan oleh pencemaran …
a. air b. udara c. tanah d. udara, air, dan tanah
7. Saluran air dengan air yang mengalir lancar dapat mencegah ….
a. pencemaran air b. nyamuk berkembang biak c. banjir d. polusi
8. Air yang kotor masih dapat dimanfaatkan untuk....
a. mandi b. menyiram tanaman c. diminum d.mencuci pakaian
9. Penyakit cacingan bisa menular ke orang lain karena kebiasaan buruk, seperti ….
a. meludah di sembarang tempat
b. membuang air besar di sembarang tempat
c. membuang sampah di sembarang tempat
d. membuang air kecil di sembarang tempat
10. Asap kendaraan bermotor selain menimbulkan sesak napas juga menyebabkan …..
a. mata perih b. pusing c. mual d. mata perih,mual,pusing
11. Berikut ini alasan tidak boleh meludah sembarangan, kecuali....
a. agar tidak menjadi sumber penyebaran penyakit
b. agar lingkungan menjadi sehat
c. agar tidak menimbulkan rasa jijik pada orang lain
d. agar dapat menjadi sumber penyebaran penyakit
12. Berikut ini merupakan ciri-ciri air bersih, yaitu . . . .
a. keruh b. berwarna c. tidak berasa d. berbau
13. Penyebab terjadinya pencemaran tanah adalah . . . .
a. debu c. limbah plastik yang dibuang di sungai
b. sampah plastic d. limbah kotoran yang dibuang di sungai
14. Berikut Ciri-ciri dari lingkungan yang tidak sehat , kecuali
a. udara kotor dan berbau c. saluran air yang lancar
b. taman yang kotor dan tidak terawatt d. sampah berserakan di lingkungan
15. Berikut penyakit yang tidak disebabkan oleh pencemaran air, yaitu . . . .
a. cacar air c. penyakit kulit
b. diare d. keseleo
16. Cara menjaga agar udara tetap bersih dan segar adalah . . . .
a. merokok c. menebang pohon
b. membuang sampah pada tempatnya d. membuang limbah

17. Penyakit yang disebabkan oleh pencemaran air, kecuali
a. muntaber c. penyakit kulit
b. disentri d. asma
18. Limbah plastik yang dibuang ke sungai dapat menyebabkan . . . .
a. pencemaran air c. pencemaran udara
b. pencemaran darat d. pencemaran suara
19. Sampah berikut yang dapat membuat tanah menjadi subur adalah . . . .
a. plastik c. daun-daunan
b. kaleng d. kardus
20. Hal-hal berikut yang dapat membuat udara menjadi bersih . . . .
a. hewan b. asap c.tumbuhan hijau d. mobil
21. Cara memelihara lingkungan yang sehat adalah . . . .
a. merokok c. membuang sampah di sungai
b. menanam tumbuhan d. membersihkan danau
21. Udara yang baik bagi kesehatan adalah udara yang ....
a. kotor b. berasap c. bau d. mengandung banyak oksigen
22. Udara yang telah tercemar biasanya mengandung ....
a. oksigen b. bau wangi c. karbon monoksida d. limbah
23. Jendela dan ventilasi pada rumah berguna untuk ....
a. pertukaran udara segar c. pertukaran barang
b. peretukaran bau d. perukaran angin
24. Rumah yang memenuhi standar kesehatan disebut rumah ....
a. rumah dinas b. rumah sehat c. rumah bersih d. rumah mewah
25. Agar tidak mencemari lingkungan, sampah sebaiknya dibuang di ....
a. sungai b. tong sampah c. halaman d. selokan
26. Air yang tercemar dapat mengganggu kesehatan kita terutama kesehatan ....
a. telinga b. pernafasan d. kulit d. paru-paru
27. Beberapa contoh penyakit yang disebabkan oleh udara yang tercemar,antara lain ....
a. paru-paru b. perut c. kulit d. disentri
28. Usaha yang dapat kita lakukan agar udara tetap bersih adalah ....
a. daur ulang b. membuang sampah c. Reboisasi d. merokok
29. Contoh-contoh penyebab pencemaran air adalah ....
a. asap b. plastik c. pestisida d. karbon monoksiada
30. Contoh penyebab pencemaran suara adalah ....
a. asap b. plastik c. pestisida d. karbon monoksiada

C. Kerjakanlah soal-soal berikut di sebaliknya kertas ini!
1. Apakah yang dimaksud dengan udara bersih?
2. Mengapa udara di pegunungan umumnya lebih bersih daripada udaradi kota?
3. Bagaimanakah yang harus dilakukan untuk mengurangi pencemaran tanah?
4. Sebutkan akibat pencemaran suara bagi kesehatan!
5. Mengapa kita harus merebus air sebelum air tersebut kita konsumsi?
6. Sebutkan masalah-masalah yang terjadi akibat sampah!
7. Apakah yang terjadi jika hewan makan tumbuhan yang tumbuh di tanah yang telah
tercemar?
8. Mengapa pekerja pabrik wajib mengenakan penutup telinga saat berada di dalam
lingkungan pabrik?
9. Bagaimana ciri-ciri air yang layak untuk dikonsumsi?
10. Apa yang akan terjadi jika lingkungan kita terus-menerus mengalami pencemaran?

Read More......

fles disk




Read More......